Pages

Saturday, November 13, 2010

Move to End...

Nyaris saja aku menangis lebih lama. Aku menghapusnya, sekalipun aku tidak mampu.
Aku ingin tertawa, mengapa baru sekarang mencariku??? Tawa, tapi bukan tawa bahagia.

Pendapat itu..., masih terpatri jelas dalam benakku...
Aku menimbang dengan berat...
Jelas, aku masih bingung.

Tidak tahu mengapa, kau membuatku kesal dan sedih di saat bersamaan.
Kau membuatku menangis tanpa bisa mengutarakan apa-apa...

Aku ingin bilang aku tak sanggup, tapi aku tak sanggup berkata "aku tidak sanggup"...

Kalau aku bertanya...,
Benarkah kau mencintaiku?
Akankah kau mengingatku bila aku bukan lagi seseorang yang pernah ada dalam hatimu?
Apakah kau akan menyesal, jika aku pergi dari kehidupanmu?
Akankah aku teringat padamu dan merindukanmu jika semua itu terjadi...? Itu pasti menyakitkan...

Sunday, November 7, 2010

Voice...

Nada sambung terhubung, berganti sebuah suara, "Halo..."
Sunyi...
"Halo...,"
Sunyi lagi...
"Halo..."
Sungguh tetap sunyi.
Tidak kuasa menahan sesuatu yang melawan ingin bebas di balik bola mata ini.
"Halo...," suara di seberang berganti tanda tanya. "Halo...?"
Dalam hati menghitung, satu halo..., dua halo..., tiga halo...
empat, lima, enam, tujuh....
Sudahlah, aku menghentikannya. Setidaknya aku tahu ada jawaban, dan aku bisa mengambil kesimpulan sendiri.

Many Things

Aku ingin menulis...., sebab pikiranku begitu penuh sekarang...
Tapi aku tiba-tiba tidak mengerti mengapa sulit menggambarkan rangkaian yang begitu penuh ini...
Telingaku mendengar banyak perkataan, banyak keluhan, banyak amarah..., rasa-rasanya aku ingin pergi menjauh.
Ketika aku sendirian..., yang kupikirkan malah tambah banyak...
Tiba-tiba aku mengantuk...

Saturday, November 6, 2010

Silly

Aku tak pernah malu untuk mengakui bahwa aku merindukanmu.
Aku tak pernah takut mengatakan kalau aku mencintaimu.
Aku tak pernah berbohong mengatakan kalau aku gelisah karenamu.
Tapi kenapa...
Kenapa kamu berbeda denganku?
Kenapa kamu tak mau mengatakannya, jika, dan hanya jika kamu merasakan hal yang sama?
Apa ketika ditanya..., kamu berbohong?
Jauh malam saat ini..., dan bodoh rasanya aku memikirkan dirimu.
-.+'

Aku ga bisa tidur..., dan kau tidak pernah ada saat aku tak bisa tidur...."
TT

Can't Sleep...

Melupakanmu adalah hal yang sulit bagiku.
Mengingatmu pun sama sulitnya bagiku.
Aku tak tahu bagaimana kabarmu..., aku tak tahu kau sedang apa..., aku juga tak tahu dengan siapa kau sekarang.
Terkadang, malam mengingatkanku padamu, di setiap bagian rumahku, mengingatkanku pada gerak-gerikmu, pada pelukkanmu, pada senyumanmu, ....
Susah payah aku menghapus semua bayang itu.
Kamu marah saat aku bilang, aku tidak bisa tidur... mungkin kamu pikir, lebih baik kamu tidak membahas semua masalah yang kamu alami..., lalu kubilang, lebih baik tidak usah lagi menghubungiku...
Karena, hal lain yang tak bisa kulakukan adalah berhenti mengkhawatirkan dirimu.
Kadang-kadang lelah rasanya bergulat dalam amarah dan perdebatan, ingin semuanya cukup dan berhenti saja..., lelah menghawatirkanmu, lelah bertengkar denganmu, lelah memikirkanmu...
Egoiskah?
kalau kupikir, ya...
Aku tahu masalahmu jauh lebih banyak dari sekedar hubungan seperti ini.
Aku tahu bagimu hubungan seperti ini sangat sederhana, mungkin juga tidak ada artinya.
Aku hanya sedih, mengapa aku tidak bisa menganggap semua ini sesederhana pikiranmu, segampang ucapanmu, dan... mungkin kamu bisa semuanya tanpaku.
Benar, andai aku sanggup, sudah jauh hari aku menerapkannya.
Dan terakhir..., semoga saja kamu benar-benar baik-baik saja.
Aku tak ingin lagi bilang aku merindukanmu, atau apa pun. Aku tahu hasilnya sama saja, tidak ada arti khusus lagi, mungkin.
------------------------------------------------------------------------------------
Benakku berpikir...
ketika mengetahui tempatmu begitu rawan bencana, aku jadi lebih tahu bagaimana perasaan orang-orang yang kehilangan, ditinggal mati oleh orang yang dicintainya, oleh keluarga, dll...
Rasanya begitu khawatir dan takut, campur aduk. Aku tahu karena, di sana ada seseorang yang kucintai. Dan seketika aku ingin berada di sana, memastikan kau tidak apa-apa. Tapi sepertinya aku memikirkan terlalu jauh. Pada akhirnya, aku hanya bisa berdoa, semoga kamu baik-baik saja, dan siapa pun yang tinggal di sana, semoga semuanya cepat selesai, dan tidak ada apa-apa...