Berulang kali membaca blog-ku dari yang satu ke yang satunya lagi, mengimpor yang satu ke yang satu kemudian ke yang satunya lagi. Dan akhirnya aku memutuskan untuk membuat satu blog saja. Walaupun rasanya aneh menggabung part-part dalam hidupku yang terpisah dengan cerita yg berbeda pula. Melihat sendiri melankolis dan kolerik itu berubah-ubah dalam satu tulisan, pada tulisan yang lain. Well, biarkan saja.
Lalu, dimulai dari...? Hm...
Jelas-jelas sudah lama sekali semenjak aku tidak lagi menggerakkan tanganku di atas keyboard untuk menulis cerita atau bahkan novel, sekalipun terkadang muncul keinginan untuk menulis, aku tidak tahu apa yang harus aku tulis, sekalipun terkadang bermunculan ide di sana-sini, aku juga tidak tahu bagaimana menjadikannya sebuah cerita khayalan yang utuh.
Kadang-kadang aku mengeluh lantaran aktivitasku yang kembali normal, jangan tanya mengapa aku bilang 'kembali normal'. Tapi lantas aku tahu bahwa tidak ada gunanya mengeluh dan lebih baik menjalaninya saja. Oh, jangan tanya juga apakah suatu saat aku akan mengeluh lagi.
Yah.. dalam hal-hal seperti ini, kadang-kadang aku tidak menyadari berapa banyak masa, waktu yang aku lewatkan dan tiba-tiba menjadi seperti sekarang ini. Aku merasa sudah saatnya aku melemparkan semua masa lalu-ku, berhenti menjejalkan benakku dengan beberapa orang, yang dulunya aku anggap sebagai 'sahabat'--as my little families dan sekarang--maaf, aku enggan dan aku melupakannya.
Mungkin kau heran mengapa aku berkata seperti itu, ceritanya panjang. Dan aku tak suka mengumbarnya seperti mereka mengumbar semua rahasiaku. Nah, apa kau akan berpikir sahabatmu, akan mengkhianatimu? Dan secara sadar dia melakukannya?
Yah, rupanya setelah mencoba menulis beberapa paragraf tentang masa lalu itu, hatiku masih merasa nyeri mengingatnya. Sepertinya rasa sakit itu akan membekas. Dan aku tidak mau menjadi bodoh dengan mengingatnya lagi. Jadi, anggaplah tidak terjadi apa-apa antara aku dan mereka-mereka itu. Lebih bagus lagi bila aku tak mengenal komunitas itu dari dulu.
Hey, it's hurt me so deep, even i was wrong, but they didn't know everything bout me.
Hm.. let's just assume, that i never had friends like them.
Lagipula, aku tidak terlalu membutuhkannya lagi. :)
Nyaris melewati antiklimaks akan masa laluku, seseorang merebut perhatianku dari semua keseluruhan, semua penyesalan, dan semua kesedihanku. Seseorang itu datang sangat tepat, nyaris tepat, atau entah apa namanya. Bisakah itu disebut sebagai sebuah cinta, jenis cinta yang lain?
Sesaat aku merasa hidupku dipenuhi dengan orang-orang yang lalu lalang dengan berbagai jenis cinta yang mereka bawa bagiku... Namun, kali ini, aku merasa dia datang sebagai seseorang yang tepat, yang menepis ketidakpercayaanku, keragu-raguanku, seperti yang pernah aku rasakan pada orang sebelumnya.
Aku tidak mau jatuh cinta terlalu dalam, begitu yang kukatakan pada diriku berulang-ulang kali. Tapi entah beruntung atau terlalu percaya, bahwa aku tidak melihat sama sekali bentuk ketidaksetiaan dalam matanya. Bukankah semua orang menginginkan hal itu? Dicintai dan mencintai dalam porsi yang membentuk kebahagiaan, tidak dalam satu waktu, namun untuk selamanya.
Dan aku jelas tidak ingin kebahagiaan ini berhenti....