Pages

Monday, December 26, 2011

Memories


Ada yang menyelinap ke dalam bilik-bilik usang di hatiku. Kau tahu apa yang terjadi pada bulan ini? Rasanya seperti bertemu dengan dua sisi mata uang pada satu waktu, melihat bagian depan dan bagian belakang secara bersamaan, secara terbuka, tersembunyi, yang memiliki sipu dan desir yang sama pada tiap lesung senyuman.
Memang benar, ada kalanya masa lalu adalah bagian indah yang masih mendebarkan pada masa ini.
Pertama-tama adalah, seseorang yang namanya tidak pernah muncul dalam blog ini, namun berlalu lalang pada masa pertama aku menulis tulisanku tahun 2008. Seakan setiap kejadian dengannya seperti terulang lagi ketika aku mengurai dan membuka cerita ini pada teman baruku.
Tidak, tidak pernah terkesan sangat spesifik—jika kau ingin mengetahui lebih dalam. Aku hanya menceritakan sebuah kulit, aku tak pernah mengungkitnya secara dalam, sebab aku tahu bagaimana pun, semua ini terlalu indah dan terlalu menyakitkan untuk dibahas oleh orang ketiga.
Aku bertemu denganmu, di tempat yang tak pernah terduga sebelumnya. Pada tempat yang baru kudatangi nyaris 4 bulan terakhir ini. Kau duduk di sana, dan aku berjalan ke arah sana. Awalnya, menoleh pun tidak, aku tidak melihatmu. Aku berjalan melewatimu, entah apa yang membuatku begitu ingin membalikkan tubuhku, kemudian melihat sosok yang—yang pernah membuatku begitu penasaran. Kupikir, aku tidak akan bertemu denganmu lagi, tapi nyatanya, sudah 2 kali kita bertemu, dan 2 kali pula kita berakting seperti tak saling kenal. Tidak masalah, karena begitulah kita pada awalnya.
Tidak ada hal yang istimewa yang terjadi di antara kita. Hanya merasakan bagaimana jantungku ingin meloncat keluar dari tubuhku. Telah lama semua itu terkubur jauh di dalam, pertanyaannya adalah, apa yang membuatku begitu terkejut pada kedatanganmu? Apa yang membuatku menolak menoleh kembali, namun ketika mendapatimu tak ada di tempat dudukmu, aku mencari?
Dan begitulah, cerita tentang “winter revenge” itu terulang kembali dalam hatiku. Sampai sekarang, aku tidak lagi melihatmu untuk yang kedua kalinya setelah malam itu.
Alih-alih bertemu denganmu, aku juga bertemu dengan seseorang yang pernah menghilang tanpa kabar. Kali ini, dia datang membawa sejumlah berita yang terputus selama bertahun-tahun, lebih dari 5 tahun, atau entah berapa tahun. Ada sedikit rasa hangat yang mendatangiku tiba-tiba, tahu, bahwa hubungan ini bukan salah satu hubungan yang kandas dimakan usia.
Dan…, sementara semua masa itu berlalu dan singgah di masa kini, aku menempati masa di mana aku berada dalam keadaan yang sekarang. Aku bertemu dengan mereka yang baru, yang entah akan seperti apa ceritanya.
Untukmu, aku mulai melihat perbedaan-perbedaan yang ada, ideologi, tradisi, bahkan hal-hal yang kecil sekali pun. Aku mulai menyentuh bayang-bayang karakteristik yang berbeda, dan ruang solusi yang berbeda pula. Tapi, aku tak pernah menutup ruang kepercayaan di hatiku untuk menyanggupi segala ketidakmungkinan.
Tidak ada salahnya meyakinkan diriku, kau lebih baik dari segala masa laluku.