Ada yang menyelinap ke dalam
bilik-bilik usang di hatiku. Kau tahu apa yang terjadi pada bulan ini? Rasanya
seperti bertemu dengan dua sisi mata uang pada satu waktu, melihat bagian depan
dan bagian belakang secara bersamaan, secara terbuka, tersembunyi, yang
memiliki sipu dan desir yang sama pada tiap lesung senyuman.
Memang benar, ada kalanya masa
lalu adalah bagian indah yang masih mendebarkan pada masa ini.
Pertama-tama adalah, seseorang
yang namanya tidak pernah muncul dalam blog ini, namun berlalu lalang pada masa
pertama aku menulis tulisanku tahun 2008. Seakan setiap kejadian dengannya
seperti terulang lagi ketika aku mengurai dan membuka cerita ini pada teman
baruku.
Tidak, tidak pernah terkesan
sangat spesifik—jika kau ingin mengetahui lebih dalam. Aku hanya menceritakan
sebuah kulit, aku tak pernah mengungkitnya secara dalam, sebab aku tahu
bagaimana pun, semua ini terlalu indah dan terlalu menyakitkan untuk dibahas
oleh orang ketiga.
Aku bertemu denganmu, di tempat
yang tak pernah terduga sebelumnya. Pada tempat yang baru kudatangi nyaris 4
bulan terakhir ini. Kau duduk di sana, dan aku berjalan ke arah sana. Awalnya,
menoleh pun tidak, aku tidak melihatmu. Aku berjalan melewatimu, entah apa yang
membuatku begitu ingin membalikkan tubuhku, kemudian melihat sosok yang—yang pernah
membuatku begitu penasaran. Kupikir, aku tidak akan bertemu denganmu lagi, tapi
nyatanya, sudah 2 kali kita bertemu, dan 2 kali pula kita berakting seperti tak
saling kenal. Tidak masalah, karena begitulah kita pada awalnya.
Tidak ada hal yang istimewa yang
terjadi di antara kita. Hanya merasakan bagaimana jantungku ingin meloncat keluar
dari tubuhku. Telah lama semua itu terkubur jauh di dalam, pertanyaannya
adalah, apa yang membuatku begitu terkejut pada kedatanganmu? Apa yang
membuatku menolak menoleh kembali, namun ketika mendapatimu tak ada di tempat
dudukmu, aku mencari?
Dan begitulah, cerita tentang “winter revenge” itu terulang kembali
dalam hatiku. Sampai sekarang, aku tidak lagi melihatmu untuk yang kedua
kalinya setelah malam itu.
Alih-alih bertemu denganmu, aku
juga bertemu dengan seseorang yang pernah menghilang tanpa kabar. Kali ini, dia
datang membawa sejumlah berita yang terputus selama bertahun-tahun, lebih dari
5 tahun, atau entah berapa tahun. Ada sedikit rasa hangat yang mendatangiku
tiba-tiba, tahu, bahwa hubungan ini bukan salah satu hubungan yang kandas
dimakan usia.
Dan…, sementara semua masa itu
berlalu dan singgah di masa kini, aku menempati masa di mana aku berada dalam
keadaan yang sekarang. Aku bertemu dengan mereka yang baru, yang entah akan
seperti apa ceritanya.
Untukmu, aku mulai melihat perbedaan-perbedaan
yang ada, ideologi, tradisi, bahkan hal-hal yang kecil sekali pun. Aku mulai
menyentuh bayang-bayang karakteristik yang berbeda, dan ruang solusi yang
berbeda pula. Tapi, aku tak pernah menutup ruang kepercayaan di hatiku untuk
menyanggupi segala ketidakmungkinan.
Tidak ada salahnya meyakinkan
diriku, kau lebih baik dari segala masa laluku.
No comments:
Post a Comment