Sungguh.. Aku tahu dengan pasti apa yang menjadi debu dan salju dalam pikiranku.. Namun begitu penuh muatannya hingga aku tak ingin lagi menampungnya.. Siapakah yang dapat menilai suatu kebenaran atau kesalahan? Siapakah yang berhak mengintervensi kehidupan seseorang dan menjadikannya sebagai perbincangan ringan, obrolan tengah hari mungkin? Manusiakah?
Terkadang aku ingin berbuat semaunya dan cuek saja.. Tapi aku tahu itu tidak mungkin.
Aku menghela napas. Nyaris dirimu membuatku sesak napas tiba-tiba.. Mengapa sekarang jadi berantakan? Aku ingin melepas semua yang bisa dilepas.. Tapi aku tidak sanggup.. Sekaligus tidak sanggup mengakui kenyataan bahwa kau.. Sama saja.
No comments:
Post a Comment