Pages

Saturday, February 28, 2009

To Anonymous

Aku bukan pembaca pikiran.
Tidak ada yang dapat kugambarkan ketika aku berusaha mengingat apa yang tersirat dalam sorot matanya.
Aku tak pernah lagi melihat sorot mata itu dalam jangka waktu yang lama.
Aku sama sekali tidak tahu apa yang sedang ingin diutarakan--kalau itu maksudmu--aku tak pernah mengerti sesuatu hal yang tak ingin dia beritahu.
Hatiku menginginkan sebuah kepercayaan, aku percaya pada kalimat terakhir yang dia ucapkan.
Aku pernah berpikir seperti yang kamu pikirkan, tapi ketika tak ada satu pun jawaban keluar dari diriku, aku menjadi lelah dan percaya.

Aku tidak mengerti. Hingga kini, aku tak pernah mengerti.

1 comment: