Tangga putaran di A&W. Tadi aku melintasinya, berjalan menaiki anak tangga dan kepalaku terasa pusing. Aku memiliki ketakutan tersendiri pada tangga. Lucu, ya? Saat menaiki anak tangga yang melingkar, aku merasa hampir jatuh. Saat menuruni anak tangga yang lurus-lurus saja pun--aku merasa nyaris terpeleset.
Kembali pada tangga tadi. Waktu itu, aku mengingat kau menuntunku dengan pasti, dan aku tahu aku tidak akan jatuh, meski pun kepalaku berputar dan nyaris saja membuat kakiku tersandung lagi.
Emm..., ada banyak hal... yang membuatku teringat.
Saat membeli bubble tea, aku seakan mendengar komentarmu di telingaku.
Saat menaruh mie instant dalam keranjang belanjaanku, aku teringat pesanmu, "Jangan makan mie terus," aku mendesah, kemudian tetap meletakkan mie itu dalam keranjang.
Saat aku memejamkan mataku dan ingin tertidur, aku teringat padamu. Saat aku bermimpi buruk dan terbangun dalam tidurku, saat aku mencarimu dan berbicara singkat denganmu via BBM, setelah itu, tidurku nyenyak.
Lalu..., teringat saat aku menemanimu membeli pisau cukur...
Kemudian..., saat mengantri di bank dan hujan rintik-rintik... seperti hari ini.
Saat makan nyaris tengah malam dan kau memilih oriental bento.
Saat memaksaku bernyanyi dan ikut karaoke.
Saat mengucapkan 'selamat malam' dan 'selamat pagi'.
Kau... sepertinya sudah pernah menjelajahi semua tempat yang ku singgahi. Sudah pernah berada dalam sudut mana pun, dan memori itu menari-nari dalam benakku.
Setelah sekian lama.... perhatian itu menyentuh hatiku, membaur segala rasa yang pernah tercipta : sedih, senang, marah, kecewa, bahagia, gelisah... Seberapa banyak pun rasa itu bercampur, semua itu karenamu, karena satu orang saja.
Dan ketika aku berjalan dalam diam, merenungkan, berpikir, gelisah, menyendiri...
Mungkinkah aku telah membuat keputusan yang benar?
Andai saja aku tidak bimbang dan terombang-ambing seperti ini... mungkin segalanya akan tetap seperti yang pernah ada.
No comments:
Post a Comment