Lama sekali aku tidak lagi menulis. Semenjak penuh dengan kejadian dan berbagai kesibukan... aku ingat seseorang tidak suka kalau aku menulis, mulai saat itu entah kemana kata-kata yang seakan menyatu dalam darahku..
Kini aku kembali lagi... setelah berbagai kebimbangan yang datang dan membuatku uring-uringan..
Aku sadar, tidak terlalu pantas merasa begini, karena sebenarnya aku tahu bahwa dalam hidupku aku punya seseorang, yang tidak pernah menyakitiku, Dia, Tuhan.
Hatiku hanya sering bertanya-tanya, di mana seseorang yang dulu pernah ada dalam keseharianku? katanya ketika jarak terpisah, perjalanan hubungan ini berlanjut... Tapi mengapa aku menemukan banyak keraguan dan nyaris putus asa?
Hatiku mencela, hei... ini hubungan biasa, persoalan biasa yang dialami orang-orang biasa... Seharusnya aku tahu dan tidak perlu khawatir. Seharusnya dengan mudah aku berjalan dengan dagu terangkat, sepasang earphone di kedua telingaku, tersenyum, berbicara, bercanda, meminum secangkir kopi atau coca-cola... tidak perlu peduli, apalagi stres. Ah, tenanglah, aku sedang mencobanya, sedang mencoba acuh tak acuh... Bukankah dia begitu? Tidak, aku tak sedang membalas perlakuannya, aku hanya ingin menyelamatkan diriku..., aku tidak mau lagi terperangkap pada jenis cinta yang begitu menakutkan, yang begitu membuatku bergantung, sama seperti dulu.
Pernah sekali aku ingin melontarkan perasaanku, bahwa dia, sama seperti dia. Tapi tidak jadi. Aku tahu aku punya segudang kesabaran untuk bertahan.
sama kyk gw pertama2 dahl, hihihi ampe drop dan aku kira bakal menyerah. tapi bisa kok diatasi :)
ReplyDeleteAku nggak bakalan mau sama seperti dulu, San. It's enough for me to feel hurt. Yg aku tahu, manusia susah buat menghargai apa yang dia miliki. Mungkin bakal sadar kalau sudah kehilangan... :)
ReplyDelete